Tidak Punya PAD Manfaatkan Potensi Desa

oleh -70 views
Lokasi Wisata Mangrove menjadi andalan Desa Ambulu Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon

CIREBON – Berawal dari tidak adanya Pendapatan Asli Desa (PAD) sehingga memanfaatkan potensi yang ada di Desa yakni mangrove dan sungai untuk meraup PAD dengan membuat tempat wisata bernuansa mangrove yang bernama wisata mangrove caplok barong.

Kuwu Ambulu, Sunaji kepada Radar mengungkapkan alasan utama dibangunnya wisata mangrove caplok barong. “Berawal dari ketika saya menjabat kuwu akhir Desember 2017 itu saya lihat Desa Ambulu sama sekali tidak mempunyai PAD apapun, sehingga saya sempat berpikir bagaimana caranya Desa Ambulu ini agar bisa memiliki PAD,”ujarnya.

Karena menurut Sunaji PAD merupakan kunci utama pembangunan yang ada disuatu Desa. “Kitakan tidak mungkin hanya mengandalkan anggaran Desa dari Pemerintah, karena anggaran Desa tersebut sangat terbatas sehingga pembangunanpun tidak bisa dilakukan dengan maksimal,”ungkapnya.

Pihaknya mencoba mengembangkan potensi alam yang dimiliki Desa Ambulu untuk bisa menghasilkan PAD. “Kita lihat berbagai potensi yang dimiliki Desa Ambulu, salah satunya mangrove, kenapa kita tidak membuat saja tempat wisata dengan mengembangkan mangrove,”ujarnya.

Akhirnya pihaknya merangkul pemuda Desa Ambulu untuk bisa mengembangkan ide wisata mangrove ini. “Kami di Pemdes menggali potensi dan pemuda yang mengeksekusi. Kita serahkan konsep wisatanya bagaimana dan yang mengekplornya yakni dari kalangan pemuda untuk membuat tempat wisata mangrove,”ujarnya.

Diawal tahun 2019 maka dimulailah pembangunan kawasan wisata mangrove caplok barong. “Tahun 2019 kita mulai membangun wisata mangrove dan ditahun 2019 juta wisata mangrove ini sudah langsung terselesaikan meskipun memang tidak sepanjang saat ini tracknya, karena diawal tahun 2020 juga ada pengembangan kita tambahkan tracknya hingga sekarang mencapai luas 6000 meter persegi,”ungkapnya.

Pembangunan awal wisata mangrove caplok barong ini menurut Sunaji menggunakan anggaran Desa. “Pembangunan awal ini gunakan anggaran Desa yang dikeluarkan sekitar 100 jutaan untuk membangun wisata mangrove caplok barong ini,” ungkapnya. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.